Anda sedang berada di: Beranda » Info Haji » Tata Cara Pelunasan BPIH Tahun Berjalan
Selasa, 31 Januari 2012 - 09:29:40 WIB
Tata Cara Pelunasan BPIH Tahun Berjalan
Diposting oleh : Pembimbing
Kategori: Info Haji - Dibaca: 8840 kali

Sebelumnya kami telah memaparkan Prosedur Pendaftaran Haji. Kali ini kami akan memaparkan Tata Cara Pelunasan BPIH Tahun Berjalan dengan harapan informasi ini dapat tersosialisakan secara meluas di Masyarakat umumnya, dan khusunya para calon Jamaah Haji di Indonesia.

Waktu dan besaran BPIH yang harus dibayar Calon Haji ditentukan oleh Pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Presiden (PP).

Berikut ini Tata Cara Pelunasan BPIH Tahun Berjalan yang kami kutip dari buku "Petunjuk Praktis Penyelenggaraan Haji dan Manasik" yang diterbitkan olek Kantor Kemenag Wilayah Jawa Timur.

1. Calon Jamaah Haji yang berhak melunasi BPIH tahun Berjalan pada Tahap Pertama adalah: Calon Jamaah Haji yang Nomor Porsinya masuk dalam alokasi porsi propinsi tahun berjalan, dengan ketentuan:

a. Belum Pernah haji

b. Berusia 18 tahun keatas dan atau sudah menikah.

c. Suami, anak kandung dan orang tua kandung yang pernah haji dan akan bertindak sebagai mahram bagi jamaah haji sebagaimana yang dimaksud pada huruf a dan b, atau pembimbing ibadah haji yang telah ditetapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi akan dikonfirmasikan ke dalam SISKOHAT sebelum pelunasan dimulai. Calon jamaah haji yang berhak melunasi BPIH Tahap Pertama tetapi tidak melakukan pelunasan maka secara sistem manjadi waiting list tahun berikutnya

2. Calon jamaah haji yag berhak melunasi BPIH tahun berjalan pada Tahap Kedua sesuai sisa porsi yang tersedia adalah:

a. calon Jamaah Haji yang pernah Haji dan telah memperoleh nomor porsi serta masuk dalam alokasi porsi propinsi menjadi waiting list tahun berjalan sesuai dengan nomor urut porsi berdasarkan database SISKOHAT

b. Calon jamaah haji waiting list tahun berjalan sesuai dengan nomor urut porsi berdasarkan database SISKOHAT. Calon Jamaah Haji yang berhak melunasi BPIH tahap Kedua tahap ke dua tetapi tidak melakukan pelunasan maka secara sistem menjadi waiting list tahun berikutnya.

3. Tempat dan Pelunasan

a. Pelunasan BPIH dilakukan di seluruh Kantor Cabang Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH, setelah besaran BPIH ditetapkan dengan Peraturan Presiden pada tahun berjalan

b. Waktu pelunasan BPIH tahun berjalan diatur sebagai berikut:

- Pelunasan BPIH Tahap Pertama dilaksanakan selama satu bulan.

- Dalam Hak porsi jamaah haji propinsi tidak terpenuhi pada pelunasan tahap pertama, maka akan diperpanjang dengan pelunasan tahap kedua yang dilaksanakan selama tujuh hari kerja.

- setelah perpanjangan tahap kedua, porsi yang tersedia belum terpenuhi, maka sisa porsi dialihkan menjadi porsu Nasional. 

4. Tata Cara Pelunasan

a. Calon Jamaah Haji yang berhak melunasi datang ke Bank Penerima Setoran BPIH tempat menabung untuk melunasi BPIH dengan membawa Bukti Setoran Awal BPIH dan pas photo ukuran 3 x 4 sebanyak lima lembar untuk ditempel pada Bukti Setoran Lunas BPIH.

b. Petugas BPS BPIH  mengkonfirmasikan data penyetor haji ke dalam SISKOHAT untuk diteliti kesesuaian data yang tertera dalam Bukti Setoran Awal dengan data SISKOHAT.

c. Setelah pembayaran pelunasan BPIH, petugas BPS BPIH mencetak Bukti Setoran Lunas BPIH sebanyak lima lembar, yaitu:

- Lembar pertama asli untuk calon jamaah haji

- Lembar kedua untuk pemvisaan

- Lembar ketiga untuk Kantor Kemenag Kab/ Kota setempat

- Lembar keempat untuk penerbangan

- Lembar kelima untuk BPS BPIH

d. Calon Jamaah Haji menerima lembar Bukti Setoran Lunas lembar pertama bermaterai Rp. 6000,-. lembar kedua, ketiga dan keempat. Selanjutnya Calon Jamaah Haji segera ke Kantor Kemenag Kab/ Kota selambat-lambatnya 7 hari kerja dari tanggal pelunasan, dengan menyerahkan Bukti setoran Lunas tersebut.

e. Petugas Kantor Kemenag akan menerima kelengkapan berkas pelunasan dari Calon jamaah haji dan calon Jamaah haji Tanda Bukti Laporan Pelunasan BPIH

 

Contoh Bukti Setoran BPIH

Setoran BPIH 




"Sampaikanlah (bagikan) ilmu itu walau satu ayat". Semoga menjadi amal jariyah dan bisa mengantarkan Anda ke Tanah Suci. Rasulullah SAW Bersabda "Man dalla 'ala khairin falahu mitslu ajri fa'alaihi" Artinya: "Barang siapa menunjukkan jalan kebaikan kepada seseorang, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang ditunjukkan itu" (HR. Muslim)

Jika Anda merasa bahwa informasi di atas bermanfaat buat Anda, ada baiknya Anda luangkan sedikit waktu untuk memberikan saran, kritik, usulan, komentar atau Anda ingin tanya jawab pada tulisan tersebut, kami persilahkan, guna perbaikan website ini. Terima kasih..

Komentar via akun Facebook :

4 Komentar via Website :

USERIN
21 Mei 2013 - 12:11:29 WIB

YA KALAU BISA PIHAK BANGK YANG MENYEDIAKAN VIA MATERAI DAN BIASANYA BAPAK/IBU LUPA BAWA MATERAI

Husada
12 Juli 2012 - 14:52:40 WIB

Dede: utk materai bisanya ditanggung jamaah haji, tp ada juga yg ditanggung bank, tergantung Banknya


Isi Komentar :
Nama :
Email :
Komentar
 1000 Karakter Tersisa.
 
 refresh kode
  (Masukkan 6 kode diatas)